Toko kecil-kecilan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Kamis, 31 Oktober 2013
Mengapa Aki Meledak?
Aki Meledak terjadi ketika dinding yang mengisolasi suatu material didalamnya tidak mampu menahan tekanan yang berasal dari pemuaian material didalamnya. Kejadian ledakan pada sebuah aki adalah sebuah fenomena yang dapat di jelaskan secara teknis. sesuatu hal yang menyebabkan air accu terisolasi di dalam ruang. Ledakan aki terjadi pada beberapa kondisi, pada kondisi awal start atau pada kondisi aki digunakan beroperasi normal. Misal pada saat mobil atau engine berjalan normal.
Pernahkah anda mengalami aki anda meledak, meletus atau sejenisnya? Mungkin jawabannya akan beragam, tergantung kepada kejadian yang pernah dialami. Kalau anda seorang teknisi mungkin akan menjawab, ‘pernah’ atau ‘tidak pernah’ bahkan ada yang bilang ‘ idih amit-amit deh’. Kalau anda teknisi mungkin akan juga mengatakan bahwa ini adalah hal yang biasa terjadi alias kejadian umum dan bukan merupakan hal yang istimewa. Namun jika anda seorang praktisi Safety/K3 maka akan dilihat ini adalah hal luar biasa dan menjadi sebuah temuan audit dan merupakan dalam klasifikasi Major karena dapat menyebabkan Loss Time Injury (LTI) atau Medical Treatment Injury (MTI), bahkan bisa menjadi Fatality. Semua kondisi tersebut adalah sebuah kejadian yang sangat di ‘haramkan’ oleh praktisi Safety. Sebisa mungkin kejadian ini di eliminasi kalau perlu di hapus dari catatan.
Tetapi bagaimanapun ledakan pada accu sangat berbahaya, karena acid atau accu-zuur didalam bisa muncrat berserakan mengenai orang didekatnya dan membuat melepuh pada kulit, kebutaan pada mata. Mungkin juga menimbulkan trauma pada telinga karena suara lekadakan yang sangat keras. Maka berhati-hatilah dengan penggunaan dan pengoperasian accu.
Sebuah kejadian kecelakan merupakan hal yang tidak kita harapkan. Namun dalam setiap musibah selalu ada sebuah hikmah yang dapat kita ambil. Kejadian ini adalah sebuah accident yang menimpa salah satu gedung yang saya tangani. Teknisi kami tidak mengalami masalah apapun ketika sebuah aki yang sedang di periksa tiba-tiba meledak. Kejadiannya adalah, teknisi melakukan weekly checklist, salah satunya adalah menyalakan genset secara manual.
Sebelum melakukan teknisi melakukan prosedur standar untuk menyalakan genset, mulai dari melihat level oli, tegangan aki, level air aki dan melihat kemungkinan kendor conector, berkaratnya pole dari aki serta melembungnya bodi aki.
Setelah semua dilihat aman dan di yakinkan dalam kondisi wajar, maka teknisi bersiap untuk menyalakan mesin seperti biasa. Saat tombol start di pencet, blarrrrrr… meletus lah aki dan mengakibatkan percikan pecahan tutup atas yang membahayakan.
Kecelakaan tetaplah kecelakaan yang tetap harus di usut asal muasal, efek, dampak dan seberapa besar andil tipa orang yang terlibat. Tentunya ini adalah pertanggungjawaban yang harus di ambil oleh semua kalangan.
Selagi proses investigasi berjalan, mari kita coba analisa secara teknis kenapa hal ini bisa terjadi.
Berikut beberapa penyebab kenapa accu atau aki pada genset bisa sampai meledak:
1. Kabel konektor pada pada accu genset longgar jadi pada saat start dinyalakan, dynamo starter menarik arus yang besar dan karena kabelnya longgar dan arus yang kelewat besar sehingga bisa terjadi ledakan. Tindakan pencegahannya adalah selalu menyalakan genset selalu cek kekencangan kabel konektornya dan selalu kencangkan baut-baut sudah mengendor.
2. Jika dynamo starter sudah mengeluarkan suara yang tidak normal atau sudah susah dinyalakan berhati hatilah itu berarti dynamo anda bermasalah. Jika dipaksakan bisa mengakibatkan short sikuit, atau rotor yang sangat berat berputar yang mengakibatkan menarik arus yang sangat besar dan dapat berefek ke accu sampai meledak.
3. Komponen accu tidak dirawat secara rutin, seperti airnya kurang atau bak airnya accunya membengkak karena tidak dikontrol airnya. Maka selalu lakukan control terhadap permukaan air accunya.
4. Accu yang sudah lama dapat menyebabkan kualitas sel sel accu menjadi jelek, dapat menyebabkan ledakan pada saat genset di start. Maka jika umur accu sudah mencapai 2 tahun disarankan diganti.Dari beberapa referensi usia normal dari aki adalah 1,5 – 2,5 tahun tergantung dari kondisi pemakaian. Semakin sering aki digunakan (charge and re-charge) maka aki justru akan lebih panjang usianya dari pada aki yang jarang di gunakan.
5. Overheating karena charger yang bermasalah pada sel sel accu juga bisa menjadi penyebab terjadinya ledakan. Maka dari itu jika sudah tidak dipakai matikan chargernya nyalakan kembali pada saat dibutuhkan, kecuali jika genset memang dinyalakan selama 24 jam maka perlu diberikan pengawasan khusus.
6. Overcharge yaitu sebuah kondisi dimana aki terus menerus di charge yang panasan dan melendung (covernya kemudian meledak). Pada batere kering, gas hidrogen dan oksigen tidak mudah keluar, dan terkumpul di dalam aki. Jika pengisian aki terlalu tinggi hingga melampaui batas normal (overcharge), maka produksi hidrogen dan oksigen meningkat. Sehingga pada suatu saat akan melampaui kemampuan wadah aki dan akhirnya wadah pecah alias aki meledak. Batere yang tertutup rapat (sealed battery) seperti aki kering (gel cell, Adsorbed Glass Mat, dll) memang lebih tinggi resiko meledaknya dari pada aki basah.
7. Selama aki diisi-ulang / dicas (recharge), aki akan mengeluarkan gas hidrogen dan oksigen. Sebagaimana diketahui hidrogen adalah gas yang mudah terbakar, sedangkan oksigen adalah zat yang membantu proses pembakaran. Sehingga kombinasi kedua gas tersebut akan mudah terbakar. Campuran hidrogen dan oksigen dalam konsentrasi tertentu jika bertemu dengan percikan api atau panas yang tinggi walau cuma di satu titik kecil, maka akan mudah meledak.
Bagaimana cara menghidari ledakan tersebut?
Berikut yang seharusnya dilakukan:
1. Selalu melakukan pemeriksaan awal sebelum mengoperasikan / menyalakan engine. Seperti lihat level air, lihat kekecangan konektor terhadap pole.
2. Waspada terhadap perubahan bentuk dari accu itu sendiri, apakah accu sudah melembung (hamil) atau yang lain
3. Untuk Accu dengan kapasitas besar, dalam penempatanya harus diberi jalan udara (artinya tidak tertutup rapat) gunanya agar gas hidrogen tidak terperangkap dan terkumpul pada ruang tertutup sehingga kekuatan melemah.
4. Saat membuka kabel accu mulailah dengan membuka dari pole negative(-) bukan yang positif (+) sehingga tidak menimbulkan percikan (terutama accu berkapasitas besar seperti accu forklift dan alat berat lainnya).
5. Pada saat memasang accu dilakukan sebaliknya pasang yang positif (+) dulu kemudian yang negatif (-) ini pun utk menghindari percikan.
6. Tidak menambahkan beban pada aki yang melebihi dari design pabrik, yang menimbulkan arus yang terlalu
7. Operator dilarang merokok saat menyalakan / mengoperasikan engine.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 11 Desember 2008
Tiada hari tanpa korupsi
Coba simak petikan YM an saya dengan seseorang yang nama dan alamatnya ada pada meja redaksi. Pembicaraan ringan dengan seseorang yang say kenal lewat dunia maya.
Kebetulan beliau adalah seorang pengusaha konstruksi di sebuah kabupaten yang habis mengerjakan Proyek konstruksi juga.
Begini komunkasi saya :
endro: sugeng siang pak (selamat siang pak)
Antok: siang (Siang)
Antok: ugi (juga)
endro: namung ngemut aken wedal sampun nglingsiraken suryo ( hanya mengingatkan kalau waktu sudah matahari condong ke barat)
endro: sak wanci makan siang (sudah saatnya makan siang)
Antok: he..he... njih.. sampun maem sing dereng malah dhuhuran.. (sudah makan malah yang belum sholat dhuhur)
endro: sampun punopo dereng (sudah apa belum --maksudnya sudah makan apa belum))
Antok: njenengan onte pundi??? (anda dimana, namun salah ketik sedikit)
Antok: njenengan onten pundi??? (anda dimana?)
endro: wonten bank jatim lagi ngantri kados antrine sembako ( di bank jatim lagi ngantri kaya antrian sembako
Antok: wah elok... (wah kok sebegitunya)
endro: badhe setor vee (mau setor duit kelihatnnya)
endro: hehehehehehe
Antok: ndamel koneksi noo??
Antok: ndamel koneksi nopo?? (pake koneksi apa, maksud saya internetnya dia kok bisa YM-an)
endro: mpun ditagih kaliyan sing kagungan jabatan (sudah ditagih sama yang punya jabatan : kelihatannya dia ditarik fee proyek yang dia kerjakan)
Antok: ooo sinten?? (oo Siapa? maksudnya siapa yang minta jatah?)
endro: puniko kulo damel hp ( saya pake hp, sehubungan pertanyaan saya sebelumnya)
Antok: lho setor dateng pundi??? ( Setor sama siapa?)
Antok: wah elok hp ne puncanggih... ( wah HP anda sudah canggih)
Antok: HP nopo seri?? (HP seri apa)
endro: dateng rekening ipun engkang gadah damel ( ke rekening nya yang punya gawe, mungkin ke yang punya kerjaan, bisa Pimpro bisa yang lain)
endro: hehehehehehehe
Antok: lho????
Antok: kok???
endro: puniko hp lami sanget kok (ini hp lama sekali kok)
Antok: upeti maksude (Upeti maksudnya?)
endro: lah sampun tst ( yah sudah TST, kayaknya mau bilang tahu sama tahu..)
endro: magang bupati yo ragate milyaran (Nyalonkan jadi Bupati saja biayanya milyaran, mungkin ini makanya "dia" minta jatah setoran ke pemenang proyek)
Antok:
Antok: oalah...
Antok: piten %??? (berapa persen?? maksud saya besarnya "jatah" atau fee nya)
endro: mek boten malak njih boten wangsul buncine trus bathine pundi (kalau tidak malak/narget/minta fee ya modalnya tidak kembali, modal mencalonkan kayaknya.)
endro: 6.7 ( 6 ato 7 % atau 6,7 % tidak jelas)
Antok: wah....jamane ngaten tetep mwonten njih??? (wwah jaman begini kok masih ada yang beginian?)
endro: tambah parah (makin parah)
endro: semenjak pilkada
Antok: welah...
endro: dadi wonten istilah desentralisasi Preman (jadi ada istilah desentralisasi preman)
Antok: malah dados roj cilik njih???
Antok: malah dados rojo cilik njih??? (malah jadi raja kecil ya??)
endro: lha njih ( lha iya)
Antok: wah lek 6 % pinten meniko rupiahe?? ( wah kalau 6% berapa rupiahnya?)
endro: njih lumayan........ kadose boten keparengnyebut merk ( ya lumaya, tapi gak bisa nyebut angka)
endro: heheeheheheh
Antok: ha,..ha...ha..
Antok: rahasia publik rupane...
endro: sakjane kulo piyambak mpun jengah ngadepi hal puniko (sebenarnya saya sendiri juga jengah menghadapi hal ini)
Antok: lah nilai proyek ngantos pinte??? ( nilai proyek sampe berapa?)
Antok: repot njih./// (repot ya?)
endro: njih niku masalahe pak ( ya itu masalahnya pak!)
endro: repot (repot)
endro: bingung
endro: dan tertekan
Antok: repot lek mboten ngotenm mboten mangan ancene,... (repot kalau tidak begitu tidak bisa makan..)
Antok: lah niku daterng rekk bupati nopo bawahane??? (yang minta Bupati nopo bawahabe)
endro: trace ..... bpk lah lek ngaten (ini gak tahu maksudnya)
Antok: nopo'o....
Sign off.
Petikan wawancara saya ini membuktikan bahwa korupsi tidak akan hilang dari bumi Indonesia, malah tiap hari amkin merajalela. Disetiap hari berita koran selalu ada berita pejabat korupsi, disidik, diadil dan dijebloskan ke dalam penjara
Motto Indonesia sekarang adalah TIADA HARI TANPA KORUPSI
Kebetulan beliau adalah seorang pengusaha konstruksi di sebuah kabupaten yang habis mengerjakan Proyek konstruksi juga.
Begini komunkasi saya :
endro: sugeng siang pak (selamat siang pak)
Antok: siang (Siang)
Antok: ugi (juga)
endro: namung ngemut aken wedal sampun nglingsiraken suryo ( hanya mengingatkan kalau waktu sudah matahari condong ke barat)
endro: sak wanci makan siang (sudah saatnya makan siang)
Antok: he..he... njih.. sampun maem sing dereng malah dhuhuran.. (sudah makan malah yang belum sholat dhuhur)
endro: sampun punopo dereng (sudah apa belum --maksudnya sudah makan apa belum))
Antok: njenengan onte pundi??? (anda dimana, namun salah ketik sedikit)
Antok: njenengan onten pundi??? (anda dimana?)
endro: wonten bank jatim lagi ngantri kados antrine sembako ( di bank jatim lagi ngantri kaya antrian sembako
Antok: wah elok... (wah kok sebegitunya)
endro: badhe setor vee (mau setor duit kelihatnnya)
endro: hehehehehehe
Antok: ndamel koneksi noo??
Antok: ndamel koneksi nopo?? (pake koneksi apa, maksud saya internetnya dia kok bisa YM-an)
endro: mpun ditagih kaliyan sing kagungan jabatan (sudah ditagih sama yang punya jabatan : kelihatannya dia ditarik fee proyek yang dia kerjakan)
Antok: ooo sinten?? (oo Siapa? maksudnya siapa yang minta jatah?)
endro: puniko kulo damel hp ( saya pake hp, sehubungan pertanyaan saya sebelumnya)
Antok: lho setor dateng pundi??? ( Setor sama siapa?)
Antok: wah elok hp ne puncanggih... ( wah HP anda sudah canggih)
Antok: HP nopo seri?? (HP seri apa)
endro: dateng rekening ipun engkang gadah damel ( ke rekening nya yang punya gawe, mungkin ke yang punya kerjaan, bisa Pimpro bisa yang lain)
endro: hehehehehehehe
Antok: lho????
Antok: kok???
endro: puniko hp lami sanget kok (ini hp lama sekali kok)
Antok: upeti maksude (Upeti maksudnya?)
endro: lah sampun tst ( yah sudah TST, kayaknya mau bilang tahu sama tahu..)
endro: magang bupati yo ragate milyaran (Nyalonkan jadi Bupati saja biayanya milyaran, mungkin ini makanya "dia" minta jatah setoran ke pemenang proyek)
Antok:
Antok: oalah...
Antok: piten %??? (berapa persen?? maksud saya besarnya "jatah" atau fee nya)
endro: mek boten malak njih boten wangsul buncine trus bathine pundi (kalau tidak malak/narget/minta fee ya modalnya tidak kembali, modal mencalonkan kayaknya.)
endro: 6.7 ( 6 ato 7 % atau 6,7 % tidak jelas)
Antok: wah....jamane ngaten tetep mwonten njih??? (wwah jaman begini kok masih ada yang beginian?)
endro: tambah parah (makin parah)
endro: semenjak pilkada
Antok: welah...
endro: dadi wonten istilah desentralisasi Preman (jadi ada istilah desentralisasi preman)
Antok: malah dados roj cilik njih???
Antok: malah dados rojo cilik njih??? (malah jadi raja kecil ya??)
endro: lha njih ( lha iya)
Antok: wah lek 6 % pinten meniko rupiahe?? ( wah kalau 6% berapa rupiahnya?)
endro: njih lumayan........ kadose boten keparengnyebut merk ( ya lumaya, tapi gak bisa nyebut angka)
endro: heheeheheheh
Antok: ha,..ha...ha..
Antok: rahasia publik rupane...
endro: sakjane kulo piyambak mpun jengah ngadepi hal puniko (sebenarnya saya sendiri juga jengah menghadapi hal ini)
Antok: lah nilai proyek ngantos pinte??? ( nilai proyek sampe berapa?)
Antok: repot njih./// (repot ya?)
endro: njih niku masalahe pak ( ya itu masalahnya pak!)
endro: repot (repot)
endro: bingung
endro: dan tertekan
Antok: repot lek mboten ngotenm mboten mangan ancene,... (repot kalau tidak begitu tidak bisa makan..)
Antok: lah niku daterng rekk bupati nopo bawahane??? (yang minta Bupati nopo bawahabe)
endro: trace ..... bpk lah lek ngaten (ini gak tahu maksudnya)
Antok: nopo'o....
Sign off.
Petikan wawancara saya ini membuktikan bahwa korupsi tidak akan hilang dari bumi Indonesia, malah tiap hari amkin merajalela. Disetiap hari berita koran selalu ada berita pejabat korupsi, disidik, diadil dan dijebloskan ke dalam penjara
Motto Indonesia sekarang adalah TIADA HARI TANPA KORUPSI
Rabu, 26 November 2008
Belanja Pulsa > Belanja Buku
Baca judul diatas dengan lengkap sebagai ’Belanja pulsa lebih banyak dibandingkan dengan belanja Buku.’ Apa masalahnya.
Membaca Jawa Pos kemaren sekilas ada salah satu penelitian dari sebuah lembaga survey tentang perilaku Mahasiswa di Yogya sebagai sampel. Apa hasilnya? Ternyata sebagian besar mahasiwa menghabiskan uang lebih banyak uang untuk beli pulsa dibandingkan untuk membeli buku. Ironis memang. Namun itulah kenyataannya. Tidak bisa ditolak dan tidak bisa di pungkiri. Inilah wajah kita dan wajah anak-anak kita.
Ternyata mereka lebih banyak menghabiskan duit untuk cuap dan untuk kerajinan tangan alias menulis sms.
Kenapa begitu?
Mungkin ini adalah salah satu keunggulan bangsa kita yang banyak suka bicara daripada bertindak nyata. Toh dengan omongan kan bisa mendatangkan banyak duit. Tidak percaya?
Cobalah tengok ke Dewan Kita yang terhormat DPR. Apa yang mereka kerjakan? Apakah tindakan nyata? Bukan! Mereka hanya menjual omongan (kalau lagi gak tertidur saat sidang). Semakin kencang omongan atau teriakan maka akan semakin mahal ’Bargain Position’, alias semakin mahal harga jualnya.
Cara ngomong, cara menaikkan bargain position ini perlu diasah sejak dini kalau perlu tidak hanya dari jaman mahasiswa, namun jika perlu semenjak TK sudah diajari banyak bicara dengan membekali mereka pulsa yang jauh lebih banyak di bandingkan anggaran untuk belanja buku. Semakin awal kita memberikan pelajaran tentunya semakin matang mereka. Sehingga ketika benar-benar menjadi anggota Dewa Yang terhormat mereka sudah tahu cara mendapatkan uang jauh lebih banyak dari anggota Dewan yang sekarang.
Jadi tidak ada lagi yang dikhawatirkan terhadap kebiasaan Belanja pulsa mahasiswa kita. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan jika mereka terus tawuran antar kampus atau demo anarkis yang merusak fasilitas.
So apa tanggapan anda?
Membaca Jawa Pos kemaren sekilas ada salah satu penelitian dari sebuah lembaga survey tentang perilaku Mahasiswa di Yogya sebagai sampel. Apa hasilnya? Ternyata sebagian besar mahasiwa menghabiskan uang lebih banyak uang untuk beli pulsa dibandingkan untuk membeli buku. Ironis memang. Namun itulah kenyataannya. Tidak bisa ditolak dan tidak bisa di pungkiri. Inilah wajah kita dan wajah anak-anak kita.
Ternyata mereka lebih banyak menghabiskan duit untuk cuap dan untuk kerajinan tangan alias menulis sms.
Kenapa begitu?
Mungkin ini adalah salah satu keunggulan bangsa kita yang banyak suka bicara daripada bertindak nyata. Toh dengan omongan kan bisa mendatangkan banyak duit. Tidak percaya?
Cobalah tengok ke Dewan Kita yang terhormat DPR. Apa yang mereka kerjakan? Apakah tindakan nyata? Bukan! Mereka hanya menjual omongan (kalau lagi gak tertidur saat sidang). Semakin kencang omongan atau teriakan maka akan semakin mahal ’Bargain Position’, alias semakin mahal harga jualnya.
Cara ngomong, cara menaikkan bargain position ini perlu diasah sejak dini kalau perlu tidak hanya dari jaman mahasiswa, namun jika perlu semenjak TK sudah diajari banyak bicara dengan membekali mereka pulsa yang jauh lebih banyak di bandingkan anggaran untuk belanja buku. Semakin awal kita memberikan pelajaran tentunya semakin matang mereka. Sehingga ketika benar-benar menjadi anggota Dewa Yang terhormat mereka sudah tahu cara mendapatkan uang jauh lebih banyak dari anggota Dewan yang sekarang.
Jadi tidak ada lagi yang dikhawatirkan terhadap kebiasaan Belanja pulsa mahasiswa kita. Hal ini jauh lebih baik dibandingkan jika mereka terus tawuran antar kampus atau demo anarkis yang merusak fasilitas.
So apa tanggapan anda?
Selasa, 29 April 2008
Cara Mudah mendapatkan Ijazah S2
Memang susah jadi orang jujur, amanah dan idealis dan mengikuti aturan (baik aturan negara maupun agama). Sama susahnya bangun pagi untuk sholat subuh berjamaah d masjid atau musholla. Meskipun kita tau betapa besarnya pahala sholat berjamaah, tapi tetap saja kita malas melakukannya.
Pernyataan tersebut di atas hanya analogi saja, mungkin tidak akan bisa mewakili seluruh suara hati yang ingin ditumpahkan baik oleh saya sendiri utamanya oleh pemerhati pendidikan, dan juga sebagian orang yang punya pandangan seperti saya. Mungkin Bagi yang tidak berkenan, saya minta maaf. Anda bisa melawan saya dengan tulisan anda di Blog atau di situs pribadi anda.
Tulisan ini ingin mengungkapkan kegundahan saya karena mendengar adanya berita bahwa di Para Dosen Politeknik Negeri Malang http://www.poltek-malang.ac.id/ berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai mahasiswa S2 Universitas Teknologi Surabaya (UTS) (lihat di http://evaluasi.mynet.co.id/profile-univ-detail.php?specProf=&schoolID=071057&schoolName=UNIVERSITAS+TEKNOLOGI+SURABAYA ).
Pertimbangan saya kenapa saya ikut urun rembug masalah sekolahnya Bapak2 Dosen Polinema, karena saya melihat ada nilai sangat besar yang dipertaruhkan oleh Bapak2 dosen POLINEMA.
Meskipun saya bukan lulusan Polietknik Negeri Malang tetapi tidak ada salahnya saya urun-rembug sebagai bentuk kepedulian anak bangsa (tidak pakai T) terhadap dunia pendidikan. Mungkin anak saya dan generasi penerus kita akan mencicipi pendidikan di Poltek nanti nya. Saya ingat wejangan pak Budiono Mismail (dosen TEUB), “ Ibaratnya POLITEKNIK adalah warung, kalau masakanya tidak enak (misalnya kurang asin atau bahkan ada kecoak atau lalatnya, maka beritahulah saya (pemilik warung)). Kalau masakannya enak beritahulah orang lain.
Mungkin tulisan ini perlu di sampaikan kepada Bapak Dosen beserta ponggawanya mungkin Direktur Politeknik Negeri Malang, karena mereka adalah salah satu “juru masak" di Polinema.
Dahulu saya betapa bangganya kuliah di Universitas negeri mungkin juga demikian halnya dengan teman2 di PoliteknikNegeri Malang (d/h Politeknik Brawijaya), mereka tentunya bangga karena kuliah di perguruan tinggi negeri, karena masuk melalui UMPTN/UnPOl dengan mengalahkan pesaing 1 banding sekian puluh bahkan ratus orang. Dan juga di ajar oleh para dosen "pilihan" yang lulus dari Universitas Negeri dan ternama. Mungkin perasaan yang sama dirasakan oleh mahasiswa POltek. Namun sekarang kalau mereka tahu bahwa para dosennya ternyata kuliah di UTS mungkin akan ada beberapa hal berikut yang disarakan beberapa hal sebagaimana berikut:
Pernyataan tersebut di atas hanya analogi saja, mungkin tidak akan bisa mewakili seluruh suara hati yang ingin ditumpahkan baik oleh saya sendiri utamanya oleh pemerhati pendidikan, dan juga sebagian orang yang punya pandangan seperti saya. Mungkin Bagi yang tidak berkenan, saya minta maaf. Anda bisa melawan saya dengan tulisan anda di Blog atau di situs pribadi anda.
Tulisan ini ingin mengungkapkan kegundahan saya karena mendengar adanya berita bahwa di Para Dosen Politeknik Negeri Malang http://www.poltek-malang.ac.id/ berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai mahasiswa S2 Universitas Teknologi Surabaya (UTS) (lihat di http://evaluasi.mynet.co.id/profile-univ-detail.php?specProf=&schoolID=071057&schoolName=UNIVERSITAS+TEKNOLOGI+SURABAYA ).
Pertimbangan saya kenapa saya ikut urun rembug masalah sekolahnya Bapak2 Dosen Polinema, karena saya melihat ada nilai sangat besar yang dipertaruhkan oleh Bapak2 dosen POLINEMA.
Meskipun saya bukan lulusan Polietknik Negeri Malang tetapi tidak ada salahnya saya urun-rembug sebagai bentuk kepedulian anak bangsa (tidak pakai T) terhadap dunia pendidikan. Mungkin anak saya dan generasi penerus kita akan mencicipi pendidikan di Poltek nanti nya. Saya ingat wejangan pak Budiono Mismail (dosen TEUB), “ Ibaratnya POLITEKNIK adalah warung, kalau masakanya tidak enak (misalnya kurang asin atau bahkan ada kecoak atau lalatnya, maka beritahulah saya (pemilik warung)). Kalau masakannya enak beritahulah orang lain.
Mungkin tulisan ini perlu di sampaikan kepada Bapak Dosen beserta ponggawanya mungkin Direktur Politeknik Negeri Malang, karena mereka adalah salah satu “juru masak" di Polinema.
Dahulu saya betapa bangganya kuliah di Universitas negeri mungkin juga demikian halnya dengan teman2 di PoliteknikNegeri Malang (d/h Politeknik Brawijaya), mereka tentunya bangga karena kuliah di perguruan tinggi negeri, karena masuk melalui UMPTN/UnPOl dengan mengalahkan pesaing 1 banding sekian puluh bahkan ratus orang. Dan juga di ajar oleh para dosen "pilihan" yang lulus dari Universitas Negeri dan ternama. Mungkin perasaan yang sama dirasakan oleh mahasiswa POltek. Namun sekarang kalau mereka tahu bahwa para dosennya ternyata kuliah di UTS mungkin akan ada beberapa hal berikut yang disarakan beberapa hal sebagaimana berikut:
- Kebanggaan mahasiswa Politeknik akan luntur karena ternyata di politeknik diajar oleh dosen dengan kwalitas "seadanya".
- Karena dosennya berasal dari UTS (swasta) (Universitas Tidak Sengaja?) yang notabene belum pernah terdengar reputasinya.
- Mahasiswa tidak respek lagi karena dosen adalah orang "munafik", kenapa munafik? karena omongan dan tindakannya tidak sama. Ketika mengajar di depan kelas para dosen dengan gagah bicara "Jangan nyontek,……… berusahalah belajar dengan rajin, ………tidak boleh titip Absen, ……..kalian harus jadi orang profesional ,…..dsb....dsb ... sedangkan dosennya mencari kuliah dengan sistem semau gue... gue yang atur...mencari mudah nya dan jalan pintas sing penting lulus eh…punya IJAZAH S2….. bahkan demi sertifikasi... OH...sertifikasi begitu cantikkah dirimu sehingga para dosen rela melakukan apa saja!!
- Bukankah kelas jauh kan sudah dihapus?? Namun dosen Poltek mengikuti kelas jauh yang di selenggarakan oleh sebuah UTS, apa nantinya malah tidak rugi sendiri? sudah rugi biaya, rugi waktu.. rugi nama besara POLTek. Coba klik http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=39&Itemid=10 untuk melihat bahwa kelas jauh sudah di hapus dari peredarannya!
Bapak2 Dosen POlinema Yang terhormat,
Apakah Bapak2 dosen tidak berminat kuliah saja di Pasca nya Unibraw?
Bukannya Unibraw “lebih jelas” di bandingkan UTS? Kenapa ini bukan jadi Solusi?
Apakah Bapak2 Dosen Takut “kuliah cara” Unibraw?
Bukannya Unibraw lebih dekat (secara jarak)?
Bukannya Unibraw lebih mempunyai kedekatan secara Historis di bandingkan UTS?,
Kenapa tidak mengajukan aja ke Unibraw untuk kelas jauh tersebut? ( ya meskipun di larang tapi masih lebih baik kan?)
Apakah kalau diBrawijaya tidak bisa “diatur” jadwal kuliahnya?
Apakah kalau di Brawiaja tidak bisa titip Absen?
Apakah ongkos kuliah di Brawijaya lebih mahal di bandingkan dg…….?
Apakah kalau kuliah di Brawijaya di jamin tidak lulus?
Apakah kalau kuliah di Unibraw
Mungkin ini bisa disharing dengan Bapak2 Dosen biar Bapak2 dosen yang menjadi ujung tombak pencerdasan kehidupan bangsa menjadi lebih berkwalitas bukan hanya sekedar atas nama sertifikasi dan harus Sekolah S2 sehingga ngawur pokoke asal sekolah S2..
Kalau Bapak Dosen saja yang lebih mengerti cara mendidik saja bertindak seperti ini, apalagi kita yang tidak mengerti cara mendidik.? Akan jadi apa dunia pendidikan kita? Akan di bawa kemana pdunia pendidikan oleh POLINEMA? Akankah mencetak mahasiswa yang tidak mau berjuang keras. Berarti setelah perkuliahan Bapak dosen Polteknik Kalau dosen kencing berdiri mahasiswa bisa jadi nanti mengencingi dosennya!
Minggu, 06 April 2008
Kekuatan Air
Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30)
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss , Berlin , Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ...
Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.
Wallahu a'lam ...
****Artikel ini di ambil dari kiriman teman disalah satu milist*****
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss , Berlin , Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, "Zamzam lima syuriba lahu", "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ...
Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.
Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.
Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.
Wallahu a'lam ...
****Artikel ini di ambil dari kiriman teman disalah satu milist*****
Selasa, 18 Maret 2008
Vaksin penyebab Autis
Buat para Pasangan MUDA. om dan tante yg punya keponakan...atau bahkan calonibu .. perlu nih dibaca ttg autisme.. Bisa di share kepada yang masihpunya anak kecil supaya ber-hati2........Setelah kesibukan Lebaran yang menyita waktu, baru sekarang saya bisadapat waktu luang membaca buku "Children with Starving Brains" karangan
Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar
membuka mata saya, dan sayang,sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey
(27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001-Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B,dan 3 kali suntikan vaksin HiB.Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya
dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri
dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom autisme Spectrum Disorder yang meledak
pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang
di Amerika sejak akir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal,
dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata
malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi
ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetapsaja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi
ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet! supplemen yang keseluruhannya
sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat
di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan
semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin
sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan hargamurah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnyavaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif,dan assertif
dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut,cobalah bernegosiasi dengan dokter
anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong
e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib
yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak
penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang
untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA,
Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya
sampai jutaaan Rupiah perbulannya.Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di
Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme."Let's share with others... Show them that WE care!"
Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.
Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000,- itu benar-benar
membuka mata saya, dan sayang,sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey
(27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001-Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B,dan 3 kali suntikan vaksin HiB.Menurut buku tersebut (halaman 54 - 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya
dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri
dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom autisme Spectrum Disorder yang meledak
pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang
di Amerika sejak akir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal,
dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata
malah "diracuni" oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi
ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetapsaja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi
ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet! supplemen yang keseluruhannya
sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat
di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan
semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin
sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut di ekspor dengan hargamurah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnyavaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan.Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif,dan assertif
dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut,cobalah bernegosiasi dengan dokter
anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong
e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib
yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak
penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang
untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA,
Okupasi, dokter ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan), yang besarnya
sampai jutaaan Rupiah perbulannya.Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di
Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme."Let's share with others... Show them that WE care!"
Minggu, 16 Maret 2008
Jalan Sehat

Hari ini kami sekeluarga mengikuti jalan sehat dalam rangka dies natalis Politeknik Negri Malang yang ke 26 tahun. Kami berangkat dari rumah jam 5:30 WIb dengan segala persiapan yang cukup ribet. Salah satu penyebabnya adalah masalah klasik, yaitu adanya anak kecil si Rayhan. Memang report dan banyak yang harus dipersiapkan ketika harus membawa balita, yang susulah, pakaianlah.. celakanya mobil sedan yang kami punya sudah di jual jadi perlu meringkas barang yang harus dibawa, karena kita akan menggunakan sepeda motor Yamaha Crypton tahun 2000 yang cukup terlihat kecil ketika ditumpangi kita ber-empat. Itulah ribetnya.
Sampai di Poltek setelah menembus dinginnya pagi kita langsung bersiap-siap untuk ikut jalan sehat. Ada hiburan reog ponorogo yang sudah langka dan jarang kita temui. Dengan memanggul rayhan kita nonton kesenian yang mendekati ambang kepunahan tersebut.
Jam 6:30wib jalan sehat dimulai dengan rute yang cukup jauh mungkin sekitar 4 km. Dengan sesekali menggendong rayhan aku menyelesaikan rute tersebut. Capek juga ya jalan sambil menggendong balita. Namun rupanya anak ku yang kecil ini cukup kuat juga untuk menempuh rute yang diperuntukkan orang dewasa. Tidak ada rengekan, tidak ada tangisan dan tidak ada rasa capek terlihat dari Rayhan dan juga kakaknya, Ryan. Foto lengkapnya aku taruh disini http://bejobejan123.multiply.com/photos/album/15/Jalan_Sehat biar tidak hilang.
Tibalah saat pengundian hadiah yang kita tunggu-tunggu. Tetapi sayang dari sekian banyak hadiah yang diperebutkan tidak ada satupun yang nyanthol di nomor undian kita.. yach... Nasib. Harapan seperti undian jaan sehat 2 tahun yang lalu, ketika kita dapat hadiah utama berupa 1 buah lemari es, tidak terwujud hari ini. Ya begitulah kita belum dapat rejeki dari undian kali ini. Namun rejeki dari tempat lain tentunya tidak akan pernah putus.
Amiin...
Senin, 10 Maret 2008
Rahasia dibalik Adzan
Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmati ALLAH SWT,
Mengapa lidah kelu disaat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma.
Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal) tidak dapat berkata apa- apa.. lidahnya kelu, keras danhanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Alloh akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. "
Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya.Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.
Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan,
Alloh akan kelukan lidahnya ketika nazak.Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah"Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Alloh dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut."Ya Alloh! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Laa ilaha illallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."
WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;
Wahai Ali, bagi orang MUKMIN ada 3 tanda-tandanya:
1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.
3) Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia..
Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.
Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.
Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.
Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah SWT
Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'surat berantai' melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali.
OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI KELUCUAN TERSEBUT, INSYA'ALLAH
Mengapa lidah kelu disaat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma.
Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.
Mengapa kebanyakan orang yg nazak (hampir ajal) tidak dapat berkata apa- apa.. lidahnya kelu, keras danhanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud:"Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Alloh akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. "
Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya.Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.
Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?
Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan,
Alloh akan kelukan lidahnya ketika nazak.Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah"Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Alloh dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Alloh supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut."Ya Alloh! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Laa ilaha illallah.." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbal a'lamin.."
WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;
Wahai Ali, bagi orang MUKMIN ada 3 tanda-tandanya:
1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
2) Tidak terpesona dengan pujuk rayu.
3) Benci terhadap perbualan dan perkataan sia-sia..
Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.
Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.
Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.
Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah SWT
Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'surat berantai' melalui e-mail tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali berfikir 2 atau 3 kali.
OLEH ITU JANGAN BIARKAN DIRI KITA INI MENJADI SEBAHAGIAN DARI KELUCUAN TERSEBUT, INSYA'ALLAH
Rabu, 05 Maret 2008
Udang di Balik Pertamina
Artikel tulisan Erie Sudewo, Social Entrepreneur.
Empat tahun silam, dahi mulai berkerut saat Petronas bangun SPBU di Jakarta. SPBU Shell yang lebih dahulu hadir saja lengang. Sebab siapa rela beli bensin mahal. Tiap melongok, cuma satu dua mobil yang isi bensin. SPBU Shell terbaru di tol Jagorawi, pun tak kalah sepi. SPBU Petronas di jalan Ir. Juanda Ciputat atau di Cibubur, yang ramai tempat jajannya. Namun Petronas tetap 'maju tak gentar'. Saat ini yang tengah dibangun, di antaranya di jalan Veteran Tanah Kusir Bintaro.
Ada udang, ada batu. Itu biasa. Ada udang di balik batu, itu juga biasa. Yang tak biasa, Shell buangbuang dollar, Petronas hamburhambur ringgit. Pebisnis kecil, jauh-jauh hari pasti sudah KO. Bertahun-tahun cuma biayai, jelas tak sehat. Soalnya, mengapa tetap mentereng? Malah Petronas terus merangsek dengan kinclong warna hijaunya. Sedang Shell tetap menguas corporate color-nya yang merah kuning.
Misteri itu akhirnya tersibak juga. Awal 2008 pemerintah bertekad. Mulai Mei '08, Premium berangsur ditiadakan. Pemerintah katanya tekor terus. Subsidi BBM 2007 naik Rp 56 triliun. Tahun 2006 subsidi cuma Rp 46 triliunan. Total subsidi BBM 2007, jadi Rp 102 triliun.
Maka pemerintah harus rasional soal subsidi. Yang jadi soal, jika hendak lepas subsidi, mengapa Premium di-Pertamax- kan? Ini dua soal berbeda. Melepas subsidi, bukti pemerintah gagap. Bukan seolah, pemerintah benarbenar tak mau tanggung jawab. Lantas ubah Premium ke Pertamax, ini jelas bisnis. Usai digoreng, udang di balik batu memang gurih. Jika Premium dihabisi, yang termurah tinggal Pertamax. Siapa untung? Shell dan Petronas tepuk tangan. Sebab bensin yang mereka siapkan memang di kelas itu. Jika hingga sekarang mereka tak laku, ini cuma soal waktu. Investasi image perlu. SPBU mereka memang lebih keren tertata.
Ruaaar biasa. Ini strategi yang hanya bisa dilakukan pemain raksasa. Terutama lobby politiknya yang tak dimiliki sembarang pebisnis. Jika anda asing, anda bakal dapat full services dan privellege sana sini. Sayangnya kulit anda (maaf) 'sawo busuk'. Jika ingin dapat segalanya, sehebat apapun anda tetap musti berkolaborasi dengan asing. Jika tak ada apa-apanya, mustahil non Pertamina bisa buka SPBU di tol Jagorawi. Jika bukan dengan politik, tak mungkin penambang-penambang asing begitu liar mereguk minyak Indonesia. Tetesannya yang tersisa seperti di Blok Cepu, itulah yang kini diperebutkan pemain lokal.
Soal 'bisnis politik', sejarawan Onghokham telah ingatkan. Dalam berdagang, lobby VOC selalu dibayang-bayangi meriam. Mahathir Muhammad juga tegaskan. Bahwa cara berdagang mereka berbeda dengan Asia. Mereka tak segan kerahkan segala cara dan sumber daya. Dalam mengubah paradigma, mindsetnya telah ditanam dengan pendidikan. Untuk kuasai sumber daya, mereka invest utang sebanyak-banyaknya. Karena tak kuat bayar, konsensi pun dituntut. Maka ada pertanyaan usai krisis 1998. Mengapa bantuan untuk pemilu hibah, sedang untuk fakir miskin utang?
Dalam mengerat kekuatan negara, globalisasi diusung dengan pendekatan multinational corporate. Professional dan entrepreneurship, begitu biduk pemandunya. Kerjasama dengan asing tak salah. Asal bagi hasilnya adil. Franchaise pun tak bisa dicegah. Yang untung dan buntung pasti ada. Di sektor pemberdayaan, NGO telah lama mengakar. Dengan pendekatan kultural, capacity building tak lagi asing. Bahkan bagi pemulung sekalipun. Pencerahan memang telah terjadi. Tetapi berapa banyak yang mafhum hidden agenda-nya.
Dalam menguasai sumber daya, mereka yang asing memangharus bersiasah. Itu sah, lumrah dan wajar saja. Yang tak wajar, kita. Dalam pandangan awam, mengapa kita yang punya sumber daya tapi cuma dapat porsi kecil. Kita penuhi kebutuhan mereka, tapi tak peduli untuk rakyat sendiri. Jika ada Hugo Chavez atau Mahathir di Indonesia, episodenya mungkin lain. Namun apa yakin? Dengan carut marut peta politik kita, mungkin Hugo Chavez dan Mahathir pun tak jadi apa-apa di Indonesia. Keduanya pasti habis diakali dan dikhianati.
Sebagian pejabat dan politikus kita, punya kesamaan tabiat. Jabatan dan kedudukan adalah peluang. Tanggung jawab, no waylah. Begitu asing masuk, ini jalan tol maksimalkan peluang. Maka set up-nya jauh-jauh hari. Yang sadar, undur diri seperti saat Indosat dibeli Temasek. Ini idealisme. Yang mendukung ada. Yang mencibir, mungkin lebih banyak lagi. Saat KPPU ketok palu, pro dan kontra meletup. Meneg BUMN tak sependapat. Sebagian karyawan juga protes atas keputusan KPPU. Ini jadi cermin. Problem kita tak satu bahasa. Antara tanah air dan 'zona nyaman', kini seperti air dan minyak. Jika anda ingin bela tanah air, siap-siaplah ditertawai. Katanya: 'Hari gene masih ada Pahlawan Kesiangan'. Mau coba?
Empat tahun silam, dahi mulai berkerut saat Petronas bangun SPBU di Jakarta. SPBU Shell yang lebih dahulu hadir saja lengang. Sebab siapa rela beli bensin mahal. Tiap melongok, cuma satu dua mobil yang isi bensin. SPBU Shell terbaru di tol Jagorawi, pun tak kalah sepi. SPBU Petronas di jalan Ir. Juanda Ciputat atau di Cibubur, yang ramai tempat jajannya. Namun Petronas tetap 'maju tak gentar'. Saat ini yang tengah dibangun, di antaranya di jalan Veteran Tanah Kusir Bintaro.
Ada udang, ada batu. Itu biasa. Ada udang di balik batu, itu juga biasa. Yang tak biasa, Shell buangbuang dollar, Petronas hamburhambur ringgit. Pebisnis kecil, jauh-jauh hari pasti sudah KO. Bertahun-tahun cuma biayai, jelas tak sehat. Soalnya, mengapa tetap mentereng? Malah Petronas terus merangsek dengan kinclong warna hijaunya. Sedang Shell tetap menguas corporate color-nya yang merah kuning.
Misteri itu akhirnya tersibak juga. Awal 2008 pemerintah bertekad. Mulai Mei '08, Premium berangsur ditiadakan. Pemerintah katanya tekor terus. Subsidi BBM 2007 naik Rp 56 triliun. Tahun 2006 subsidi cuma Rp 46 triliunan. Total subsidi BBM 2007, jadi Rp 102 triliun.
Maka pemerintah harus rasional soal subsidi. Yang jadi soal, jika hendak lepas subsidi, mengapa Premium di-Pertamax- kan? Ini dua soal berbeda. Melepas subsidi, bukti pemerintah gagap. Bukan seolah, pemerintah benarbenar tak mau tanggung jawab. Lantas ubah Premium ke Pertamax, ini jelas bisnis. Usai digoreng, udang di balik batu memang gurih. Jika Premium dihabisi, yang termurah tinggal Pertamax. Siapa untung? Shell dan Petronas tepuk tangan. Sebab bensin yang mereka siapkan memang di kelas itu. Jika hingga sekarang mereka tak laku, ini cuma soal waktu. Investasi image perlu. SPBU mereka memang lebih keren tertata.
Ruaaar biasa. Ini strategi yang hanya bisa dilakukan pemain raksasa. Terutama lobby politiknya yang tak dimiliki sembarang pebisnis. Jika anda asing, anda bakal dapat full services dan privellege sana sini. Sayangnya kulit anda (maaf) 'sawo busuk'. Jika ingin dapat segalanya, sehebat apapun anda tetap musti berkolaborasi dengan asing. Jika tak ada apa-apanya, mustahil non Pertamina bisa buka SPBU di tol Jagorawi. Jika bukan dengan politik, tak mungkin penambang-penambang asing begitu liar mereguk minyak Indonesia. Tetesannya yang tersisa seperti di Blok Cepu, itulah yang kini diperebutkan pemain lokal.
Soal 'bisnis politik', sejarawan Onghokham telah ingatkan. Dalam berdagang, lobby VOC selalu dibayang-bayangi meriam. Mahathir Muhammad juga tegaskan. Bahwa cara berdagang mereka berbeda dengan Asia. Mereka tak segan kerahkan segala cara dan sumber daya. Dalam mengubah paradigma, mindsetnya telah ditanam dengan pendidikan. Untuk kuasai sumber daya, mereka invest utang sebanyak-banyaknya. Karena tak kuat bayar, konsensi pun dituntut. Maka ada pertanyaan usai krisis 1998. Mengapa bantuan untuk pemilu hibah, sedang untuk fakir miskin utang?
Dalam mengerat kekuatan negara, globalisasi diusung dengan pendekatan multinational corporate. Professional dan entrepreneurship, begitu biduk pemandunya. Kerjasama dengan asing tak salah. Asal bagi hasilnya adil. Franchaise pun tak bisa dicegah. Yang untung dan buntung pasti ada. Di sektor pemberdayaan, NGO telah lama mengakar. Dengan pendekatan kultural, capacity building tak lagi asing. Bahkan bagi pemulung sekalipun. Pencerahan memang telah terjadi. Tetapi berapa banyak yang mafhum hidden agenda-nya.
Dalam menguasai sumber daya, mereka yang asing memangharus bersiasah. Itu sah, lumrah dan wajar saja. Yang tak wajar, kita. Dalam pandangan awam, mengapa kita yang punya sumber daya tapi cuma dapat porsi kecil. Kita penuhi kebutuhan mereka, tapi tak peduli untuk rakyat sendiri. Jika ada Hugo Chavez atau Mahathir di Indonesia, episodenya mungkin lain. Namun apa yakin? Dengan carut marut peta politik kita, mungkin Hugo Chavez dan Mahathir pun tak jadi apa-apa di Indonesia. Keduanya pasti habis diakali dan dikhianati.
Sebagian pejabat dan politikus kita, punya kesamaan tabiat. Jabatan dan kedudukan adalah peluang. Tanggung jawab, no waylah. Begitu asing masuk, ini jalan tol maksimalkan peluang. Maka set up-nya jauh-jauh hari. Yang sadar, undur diri seperti saat Indosat dibeli Temasek. Ini idealisme. Yang mendukung ada. Yang mencibir, mungkin lebih banyak lagi. Saat KPPU ketok palu, pro dan kontra meletup. Meneg BUMN tak sependapat. Sebagian karyawan juga protes atas keputusan KPPU. Ini jadi cermin. Problem kita tak satu bahasa. Antara tanah air dan 'zona nyaman', kini seperti air dan minyak. Jika anda ingin bela tanah air, siap-siaplah ditertawai. Katanya: 'Hari gene masih ada Pahlawan Kesiangan'. Mau coba?
Langganan:
Postingan (Atom)